Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

-

Kamis, 21 Oktober 2010

Kemampuan Serangga yang membuat kagum


LEBAH

Lebah madu mengepakkan sayapnya sebanyak 190 kali per detik, dan dapat terbang sejauh 60 mil (96,5 kilometer) dalam 1 hari

Usia ratu lebah adalah 40x umur lebah pekerja, ini berkat royal jelly yang dimakannya sebagai sumber rahasia awet muda.

Bisa lebah atau sengatan lebah walaupun berbahaya untuk membunuh musuhnya ternyata bagi manusia berkhasiat untuk mengobati sait seperti rematik

Ruangan sel lebah merupakan ruang paling streril di dunia berkat dilapisi propolis sebagai anti virus, anti jamur dan anti bakteri.


LALAT

Lalat mempunyai mata majemuk yang terdiri atas ribuan lensa dan sangat peka terhadap gerakan. Lalat memiliki penglihatan tiga dimensi yang akurat dan memiliki organ pendengaran yang sangat canggih.

Lalat rumah dapat menemukan gula dengan menggunakan sensor di tungkai (kaki) nya, sensor ini 10 juta kali lebih sensitif dibandingkan lidah manusia.

Setiap lalat hinggap di suatu tempat, kurang lebih 125.000 kuman akan jatuh/ menempel ke tempat tersebut

Lalat dapat mengenali ancaman terhadapnya hanya 100 milidetik sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayapnya untuk menghindar.

NYAMUK

Nyamuk pada umumnya semua dikenal sebagai penghisap darah. Hal ini ternyata tidak terlalu tepat, karena yang menghisap darah hanya nyamuk betina

Nyamuk tidak menusuk kulit dengan cara menghujamkan belalainya dengan tekanan

Yang pertama kali dilakukan yaitu: mengiris kulit . Nyamuk betina mempunyai gigi tajam yang menyerupai gergaji, gigi ini akan digerakkan maju-mundur sampai lapisan kulit sobek

Selanjutnya dilakukan proses pengeboran , setelah lapisan kulit sudah teriris, nyamuk betina menancapkan belalainya dan dilakukan pengeboran sampai mencapai pembuluh darah

Yang terakhir dilakukan proses penghisapan . Nyamuk betina menghisap darah dari pembuluh darah

Mengapa bekas gigitan nyamuk terasa gatal dan bengkak?

Kulit manusia memiliki enzim yang dinamakan fibrinogen. Enzim ini bertujuan untuk menutup luka supaya cepat kering. Saat, nyamuk betina mengiris lapisan kulit, secara otomatis kulit akan mengeluarkan enzim fibrinogen untuk menutup luka tersebut, tetapi nyamuk mengeluarkan cairan yang bisa melawan enzim tersebut sehingga luka di kulit tidak bisa tertutup
Cairan yang dikeluarkan nyamuk ini yang menyebabkan rasa gatal dan bengkak, dan bagi sebagian orang cairan ini bisa menyebabkan alergi pada kulit

Rasa gatal akibat gigitan nyamuk dapat dikurangi dengan menggosok bawang putih di tempat gigitan.


LAINNYA

Seekor semut dapat mengangkat sesuatu dengan berat hingga 50 kali berat badannya.
Ratu dari spesies rayap tertentu dapat menghasilkan 40.000 telur dalam 1 hari.

Belalang sembah adalah salah satu dari beberapa serangga yang dapat memutar kepala mereka sehingga mereka benar-benar bisa melihat bahu mereka, ini sangat efektif untuk menjadi predator.

Ratu kupu-kupu Alexandra, dari Papua dan New Guinea, adalah kupu2 yang terbesar di dunia dengan rentang sayap lebih lebar dari 30 cm.

Kupu-kupu dan ngengat ditemukan pada semua daratan kecuali Antartika

Seekor Kumbang kotoran dapat menarik beban 1.141 kali berat badannya, atau kira-kira setara orang berbobot 70 kilogram yang menarik beban seberat 80 ton.



Dari berbagai sumber:

id.wikipedia.org/, http://archive.kaskus.us/, http://www.madupropolis.com/keajaiban-lebah-madu/, www.peka-indonesia.org, http://id.pricearea.com/, www.remajakreatif.com, http://masbas64.blogspot.com/,

Selasa, 12 Oktober 2010

Semut Bisa Mencium Aroma Kematian



Sebagai makhluk sosial, semut sangat peka terhadap lingkungannya, seperti saat menemukan salah satu anggota koloninya yang tewas. Begitu ada satu ekor semut yang mati, semut-semut lainnya langsung segera menyingkirkannya atau disebut proses nekroporesis.
Cara tersebut bermanfaat bagi populasinya karena dapat menghindarkan penyebaran infeksi penyakit. Namun, bagaimana semut mati dapat segera dikenali. Tentu bukan dengan cara mengukur denyut nadinya.
Teori sebelumnya memperkirakan bahwa semut yang mati mengeluarkan zat kimia akibat proses pembusukan. Namun, hasil penelitian terakhir yang dilakukan para entomolog, ahli serangga, di Argentina menghasilkan analisis sedikit berbeda.
Menurutnya, semua jenis semut punya zat kimia "kematian", baik saat masih hidup maupun saat mati. Namun, hanya semut hidup yang punya zat kimia "kehidupan". Saat mati, zat kimia kehidupan terus berkurang sampai akhirnya hilang sama sekali sehingga menyisakan zat kimia kematian saja.
"Itu karena semut mati tidak lagi berbau seperti semut hidup dan segera dikirim ke kuburannya, bukan karena tubuhnya mengeluarkan zat kimia baru," ujar Dong-Hwan Choe, dari Universitas California di Riverside, AS. Hasil analisisnya dijelaskan terperinci dalam The Proceedings of the National Academy of Sciences.
Menurut Choe, pemahaman mengenai nekroporesis seperti ini akan membantu para peneliti untuk mengembangkan strategi pemberantasan hama yang ramah lingkungan. Misalnya dengan menggunakan zat kimia organik dan mengurangi penggunaan insektisida.

Source : Kompas.com

My video